Gondangdia : Goyang Dangdut di Mancanegara
Maaf banget kalau anda rada kecewa membaca ini. Mungkin saat buka blog akan terbayang ada lagi tulisan tentang sepakbola. Tapi kebetulan saya lagi nggak fokus sama sepakbola.Seminggu ini saya sudah berada di Amerika Serikat. Negara yang lebih terkenal dengan american footballnya dibanding Soccer-nya. Bagaimana saya bisa sampai di Amerika Serikat ? Begini ceritanya…… (lagi…)
1 comment Oktober 21, 2009
Berbuat Sesuai Porsi dan Posisi*

Porsi dan Posisi
Pernahkah anda mengalami hal-hal berikut ini di kehidupan pekerjaan anda :
- Anda punya jabatan, tapi fungsi dari jabatan anda dilakukan oleh orang lain
- Anda seringkali diberi tugas yang bukan kewenangan anda, sehingga orang lain yang seharusnya lebih berwenang merasa tak dihargai (baik oleh anda atau atasan anda)
- Anda merasa bingung, kenapa kebijakan yang seharusnya jadi wewenang anda, dikeluarkan oleh orang lain…
Kalau tak pernah… saya hanya bilang Alhamdulillah… berarti anda bekerja sesuai porsi dan posisi yang diamanatkan ke anda. Kalau jawabannya pernah, berarti anda, atasan anda atau lingkungan pekerjaan anda harus belajar banyak dari sepakbola… (lagi…)
2 comments Agustus 10, 2009
“Ini Akan Lebih Seru Dibanding Melawan Machester United”**

Kawan… Kapan terakhir kali anda menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat ? Saya serius kawan ! Maksud saya benar-benar bernyanyi (bukan senandung), meresapi hingga bulu kuduk di tubuh berdiri, berteriak bergetar, penuh rasa bangga hingga keluar air mata…
Terakhir kali ingat, saya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan hikmat dan khusyuk pada 18 Juli 2007. Lokasinya di stadion Gelora Bung Karno Jakarta, sebelum laga Timnas Indonesia versus Timnas Korea Selatan. Suara itu membahana. Ada haru di sana, ada tangis tak terasa, liuk-liuk nada dan syair karangan WR Supratman itu benar-benar membuat saya sangat bangga dengan status saya sebagai orang Indonesia. (lagi…)
3 comments Agustus 3, 2009
Proses : Kepercayaan plus Waktu (Belajar dari Liverpool)

www.thekopgang.blogspot.com
Seorang kawan pencinta Liverpool (liverpudlian) berkata kepada saya : “Sekali-kali bikin tulisan tentang Liverpool dong, dan apa yang bisa kita pelajari dari klub tersebut”. Kawan saya yang lain menimpali, “Dari Liverpool mah nggak ada yang bisa dipelajari…”.
Dengan senyum simpul tanda tampan, saya hanya bisa membalas dengan tulisan berikut ini… (lagi…)
5 comments Juli 29, 2009
.: Hati-hati Menertawakan Kemalangan Orang yang Tidak Kita Sukai :.

Jakarta : Bye United...
Saat saya belum selesai menulis artikel ini, seorang kawan yang membaca judulnya sempat bertanya : “Emang ada ya orang yang gembira diatas penderitaan orang lain ?”
Saya jawab : “Ada… !” Kalau tidak ada, tak mungkin ada kata-kata dan sikap yang menyindir atau meledek saat orang yang tidak kita sukai tertimpa kemalangan. Kalau mau contohnya, mari kita renungkan peristiwa terror bom di Mega Kuningan (17/07) lalu… (lagi…)
1 comment Juli 21, 2009
“GOOOAAALLL !!!*”
Saat anda bahagia… dan segala tujuan tercapai apa yang anda lakukan ?
Dalam sepakbola, tujuan dari pertandingan adalah mencetak gol. Semakin banyak gol tercipta, maka semakin besar kemenangan dapat diraih. Tak heran kalau segala daya upaya akan dikerahkan semaksimal mungkin untuk bisa mencetak gol. Anda semua tentu ingat dengan Gol “Tangan Tuhan” Maradona kan ? Lepas dari segala kontroversi, gol adalah hal yang paling dinanti dalam setiap pertandingan. Ada kebahagiaan yang sangat luar biasa saat gol berhasil dicipta. Pemain yang berhasil mencetak gol biasanya akan melakukan selebrasi sebagai ungkapan kebahagiaan tersebut. Tapi disini saya tidak akan membahas gol kontroversial, tapi saya ingin mengajak anda untuk belajar dari selebrasi seorang pemain hebat di dunia ini… (lagi…)
Add comment Juli 13, 2009
.: Menghormati yang Menang; Menghargai yang Kalah :.
Maaf… ya kawan…
Saya numpang sedikit narsis…
Hari ini adalah Pilpres…

Kertas Suara

Contreng Sekali Saja

Tanda Tak WO
Saya sudah menentukan pilihan dan ternyata apa yang saya pilih kalah.
Lalu apa yang menarik ?
Satu hal yang ingin saya assist kepada anda kali ini adalah :
Anda, Saya dan Bangsa ini sudah berusaha sebaik mungkin.
Sudah mencoba mencetak Gol dengan mencontreng, Tidak WO dengan cara Golput.
Tapi Waktu telah habis dan kita bukan pemenangnya…
So Belajar dan Berbanggalah atas apa yang sudah kita lakukan…
Selamat untuk yang Menang.
Kawan… Sudah Saatnya Bangsa kita Menghormati yang Menang dan Menghargai yang Kalah.
Menteng, 08 Juli 2009
.:RMP:.
2 comments Juli 8, 2009
“Bangsaku…Peliharalah apa yang sudah kita buat*”

from ES

from ES
Kawan, gambar diatas adalah Stadion Palaran Samarinda, Kalimantan. Stadion tersebut sangat baik kualitas rumput dan fasilitas pendukungnya. Menurut blog Stadion Seluruh Indonesia, Stadion ini punya kategori A (Sangat Baik Sekali). Stadion Palaran ini merupakan dampak dari ditunjuknya Kalimantan Timur sebagai tuan rumah PON XVII 2008. Melihat kemegahan Stadion tersebut, saya jadi penasaran, ada berapa sih stadion berkategori A (sangat baik sekali).
Ternyata Indonesia masih lebih unggul di kawasan Asia Tenggara dalam hal Stadion. Indonesia tercatat memiliki beberapa stadion dengan kategori A. Stadion-stadion tersebut diantaranya : Gelora Bung Karno Jakarta, Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palaran Samarinda, Perjiwa Tenggarong. Stadion-stadion ini, rata-rata mampu menampung 40-80 ribu penonton. Dahsyat ya ? Kalau Indonesia memang berniat mambangun industri olahraga, maka bisa dimulai dengan meningkatkan beberapa stadion dengan kategori B+ (Baik Sekali) semacam Stadion Manahan Solo, Stadion Jalak Harupat Bandung, Stadion Taman Prestasi Bontang, Stadion Sempaja Samarinda, Stadion Segiri Samarinda, Stadion Gelora Delta Sidoarjo atau Stadion Maguwoharjo Sleman menjadi A. Bukan tidak mungkin dengan sarana transportasi yang baik, Infrastruktur yang baik maka penyelenggaraan Piala Dunia 2022 bakal terwujud. Afsel saja, yang baru merampungkan beberapa stadion, dan baru membangun sarana transportasi, bisa menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010. Lalu mengapa sebagian masyarakat kita pesimis ketika seorang JK mendukung mimpi langkah PSSI untuk menjadikan Indonesia bisa menggelar Piala Dunia 2022 ? (lagi…)
1 comment Juli 6, 2009
‘Gampang Ngambek’ dan ‘Mudah Patah Semangat’ (Belajar Dari Persipura di Final Copa Indonesia 2008/2009)
“Seharusnya Persipura nggak ‘Gampang Ngambek’ dan ‘Mudah Patah Semangat”

www.bli-online.com
Cuma itu komentar yang saya bisa berikan ketika banyak teman bertanya tentang final Copa Indonesia musim 2008/2009 kemarin. Banyak dari pemerhati sepakbola yang sangat menyayangkan sikap Tim Persipura pada final CDSS kemarin. Saya sama sekali tak merasa heran. Rasa ‘gampang ngambek’, dan ‘mudah patah semangat’ sepertinya sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia belakangan ini (mungkin termasuk saya). Saya pribadi sebagai orang yang lahir di Indonesia, bersekolah di Indonesia, bekerja di Indonesia, menikah di Indonesia dan mungkin (Insya’ Allah) meninggal di Indonesia masih kesulitan menepis dua hal tersebut (walau terus belajar untuk meninggalkan tentunya… :p ).
Balik lagi ke final Copa Indonesia 2008/2009, Persipura memang harus belajar bagaimana mengatasi hal tersebut. Mungkin untuk lebih mudahnya, Persipura harus belajar dari klub Arema di Final Copa Indonesia musim 2005/2006. Klub kota dingin di wilayah malang itu, juga merasakan apa yang dirasakan oleh Persipura di Final Copa Indonesia 2005/2006. Berikut catatan sejarah tersebut… (lagi…)
2 comments Juli 2, 2009
“Jangan malu kalau kalah !” (Belajar dari USA di Piala Konfederasi 2009)
www.oleole.com/blogs/oleole/topics/f/6
“Kalau lihat dari debat kemarin…. ibu lebih sreg sama pilihan kamu… tapi ibu-ibu disini kayaknya tetep milih yang lama deh… Abis survey bilang yang lama bakalan menang. Kalau ibu tetep milih pilihan kamu… Walah…..malu nanti kalau kalah !”
Begitulah ungkapan ibu kepada saya, sesaat setelah menonton debat capres yang disiarkan salah satu TV swasta. Ibu saya yang usianya diatas lima puluhan tahun itu, sekarang sudah sedikit melek politik. Di pemilu 2004, kosa kata survey tidak saya jumpai dalam setiap perbincangan. Sekarang Ibu saya yang rada aktif di pelbagai pertemuan warga itu sudah memiliki banyak kosa kata di bidang politik. Mulai dari ‘Survey’ sampai ‘Neolib’.
Ibu saya mungkin hanya satu contoh dari sebagian besar masyarakat Indonesia yang malu kalau kalah dalam sebuah kompetisi. Sehingga, tak heran kalau kemudian sebelum berkompetisi, ibu saya dan mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung cari kompetisi yang mudah dimenangi atau tidak ikut kompetisi sama sekali. Nah ? Kalau seperti ini bagaimana mungkin bisa membangun bangsa yang bisa berkompetisi dengan bangsa lain ? Lha wong belum bertanding sudah mengukur diri malu kalau kalah, jadi mending nggak bertanding. (lagi…)
1 comment Juni 25, 2009



